INSIBERNEWS - Hampir setahun setelah kepergian Liam Payne, kesedihan masih terasa mendalam bagi anggota One Direction yang tersisa, termasuk Louis Tomlinson. Kini, Louis akhirnya berbicara terbuka mengenai pengalaman beratnya menghadapi kehilangan sahabatnya itu.
Dalam wawancara terbaru, Louis mengungkapkan bahwa kehilangan Liam menjadi pengalaman pertama baginya menghadapi kematian seorang teman dekat. Rasanya begitu menyakitkan dan sulit diterima.
Pelantun lagu ‘Lemonade’ itu menjelaskan bahwa sebelum tragedi terjadi, Liam sempat menerima tekanan dan komentar negatif dari warganet.
Peristiwa itu terjadi setelah Liam menghadiri konser Niall Horan di Argentina beberapa hari sebelumnya, yang kemudian menimbulkan kritik di media sosial.
“Orang-orang sering salah paham padanya. Mereka mudah menilai hanya dari beberapa perilaku, padahal Liam hanya ingin dicintai dan diterima,” ungkap Louis dengan nada penuh kesedihan.
Tekanan dan hujatan yang diterima Liam diduga ikut memengaruhi kondisi mentalnya. Louis menyayangkan bagaimana sosok sahabatnya itu harus menghadapi stigma dan penilaian publik di saat ia sedang rentan.
Sejak kepergian Liam, Louis mengaku sulit membayangkan kemungkinan reuni One Direction. Dulu, ia selalu memimpikan bahwa semua anggota akan kembali berkumpul meski hanya untuk satu konser spesial.
“Sebelum Liam pergi, aku selalu membayangkan kami akan berkumpul lagi. Aku percaya kami bisa melakukan sesuatu bersama, sekadar satu konser pun sudah cukup,” ujar Louis.
Baca Juga: Kasus Korupsi PLTU Kalbar: Eks Dirut dan Tiga Tersangka Belum Ditahan, Kerugian Capai Rp1,3 Triliun
Namun setelah kehilangan Liam, keyakinannya itu memudar. Ia merasa kehilangan bagian dari mimpi dan energi yang pernah menyatukan mereka sebagai satu grup.
“Setelah dia pergi, aku tidak lagi yakin hal itu mungkin terjadi,” tambah Louis.
Liam Payne meninggal dunia pada 16 Oktober 2024 setelah terjatuh dari balkon lantai tiga sebuah hotel di Argentina. Hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa kematiannya disebabkan oleh cedera parah pada kepala, dan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain.