INSIBERNEWS – Pedangdut Wika Salim akhirnya dipertemukan dengan mantan manajernya dalam agenda mediasi yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Kehadiran Wika didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, serta tim legal lainnya, menjadi momen pertama kali dirinya kembali bertatap muka dengan sang mantan manajer sejak kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini mencuat.
Kepada awak media, Wika mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadiri pertemuan tersebut.
Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Sabtu 20 September 2025: Hujan Lokal dan Cerah Bergantian
Ia menyebut dirinya hanya berusaha menjalaninya dengan tenang. “Enggak ada persiapan sih, lebih ya sudah jalani saja, mengalir saja. Nanti tinggal gimana di dalam, nanti kita obrolin lagi,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Menurutnya, pihak kepolisian mengundang kedua belah pihak untuk difasilitasi bertemu dalam rangka mencari titik temu.
“Hari ini kami hadir bersama Neng Wika dan tim kuasa hukum karena ada undangan untuk dipertemukan dengan pihak mantan manajer,” jelas Sandy.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Energi Terbarukan untuk Tekan Subsidi Listrik Tanpa Bebani Warga
Sikap Wika sendiri terlihat cukup bijak menghadapi situasi tersebut. Ketika ditanya soal perasaan dendam atau amarah, ia menegaskan tidak ingin larut dalam emosi negatif.
“Ya, enggak bolehlah. Penyakit hati harus bisa dibuang,” kata pelantun Penyesalan itu.
Seperti diketahui, Wika Salim sebelumnya melaporkan mantan manajernya, Irma Hidayat, ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan dana hasil kerja sama.
Baca Juga: Persebaya Raih Kemenangan Tipis 1-0 Lawan Semen Padang, Bruno Moreira Jadi Penentu di GBT
Kasus ini bermula setelah Wika merasa mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Laporan resmi telah dibuat pada Januari 2025 setelah somasi yang dilayangkan pihaknya tak mendapat respons.
Meski begitu, sejak awal kuasa hukum Wika menegaskan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan selalu menjadi prioritas. Sandy Arifin menyebutkan, peluang damai masih sangat terbuka.
“Ini lagi mau dipertemukan. Nanti kita lihatlah. Jadi, nanti hasilnya seperti apa, mohon doanya. Ke depannya seperti apa, nanti menunggu hasil dari pertemuan kita hari ini,” ucapnya.
Baca Juga: Konflik Memanas Lagi, Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon Selatan
Ia menambahkan bahwa hubungan kerja yang pernah terjalin antara Wika dan mantan manajernya seharusnya menjadi alasan kuat untuk mengutamakan musyawarah.
“Dari awal kita juga maunya menyelesaikan dengan musyawarah. Apalagi mereka pernah bekerja sama. Nanti kita lihat hasilnya,” tambah Sandy.
Kasus ini sendiri cukup menyita perhatian publik karena sebelumnya Wika sempat blak-blakan mengaku dirugikan secara finansial dan emosional akibat dugaan penyelewengan dana tersebut.
Baca Juga: Hasilkan Omzet Miliaran, Program Pemberdayaan BRI Antar UMKM Jahit Rumahan Sukses Jangkau Pasar Eropa
Namun, langkah mediasi yang ditempuh pada akhirnya menjadi sinyal positif bahwa kedua belah pihak masih membuka pintu untuk berdamai.
Meski begitu, Wika juga sempat menegaskan bahwa setelah kasus ini ia tidak lagi berniat bekerja sama dengan mantan manajernya.
Fokus utamanya adalah menjaga kesehatan mental dan karier agar tidak terganggu oleh persoalan hukum yang berkepanjangan.
Baca Juga: Ban Tubeless vs Ban Dalam, Mana yang Lebih Cocok untuk Kendaraan Anda?