INSIBERNEWS – Presenter dan selebritas ternama, Raffi Ahmad, akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf setelah mendapat teguran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ia dikritik karena melontarkan candaan tentang janda dalam sebuah acara televisi yang dipandunya. Candaan tersebut dinilai kurang pantas, terutama saat ditayangkan di bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Dirumorkan Akan Dikawal oleh 50 Polisi, Fan Meeting Kim Soo-hyun di Taiwan Batal Akibat Kontroversi
MUI bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memang tengah mengawasi konten siaran selama Ramadan guna memastikan tayangan televisi lebih berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai moral.
Berdasarkan pemantauan, candaan Raffi dikategorikan sebagai bentuk kekerasan verbal yang dianggap kurang etis untuk disiarkan. Teguran pun dilayangkan sebagai bentuk peringatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Park Bo Gum Curhat Berusaha Jadi Jelek Demi Peran di 'When Life Gives You Tangerines'
Menanggapi hal ini, Raffi segera mengambil sikap dan mengakui kekeliruannya. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada MUI serta masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi langkah MUI dalam menjaga kualitas siaran selama Ramadan. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Ketua MUI, Bapak Kyai Masduki Baidlowi, dan menyampaikan permintaan maaf saya," ujar suami Nagita Slavina itu pada Rabu (26/3/2025).
Baca Juga: Debut Mengecewakan ‘Snow White’: Remake Disney Kembali Gagal Menarik Minat Penonton?
Sebagai figur publik sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi menyadari bahwa setiap ucapannya memiliki dampak luas.
Ia pun berjanji untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di depan publik, terutama dalam tayangan televisi yang ditonton oleh berbagai kalangan.
"Saya akan lebih memperhatikan apa yang saya ucapkan agar tidak menyinggung siapa pun, terutama dalam momen spesial seperti Ramadan," tambahnya.
Permintaan maaf Raffi Ahmad mendapat respons positif dari berbagai pihak. MUI pun berharap teguran ini bisa menjadi pelajaran, tidak hanya bagi Raffi tetapi juga bagi para pelaku industri hiburan lainnya.