INSIBERNEWS - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan Tantri Kotak menyanyikan ulang lagu viral Bayar Bayar Bayar milik band Sukatani.
Video yang diunggah oleh kanal YouTube Iqbal Naki Creator pada Senin (3/3/2025) itu sudah ditonton hampir 200 ribu kali dan mendapat ribuan likes. Namun, ada satu masalah—Tantri sama sekali tidak pernah meng-cover lagu tersebut!
Baca Juga: Respect! Reza Arap Inisiatif Bagikan Uang Donasi untuk Guru Honorer sebagai Tanda Terima Kasih
Kebingungan ini semakin menjadi ketika netizen mulai berkomentar miring. Beberapa bahkan menuduh vokalis band Kotak itu sekadar ikut tren viKasi
Lebih jauh lagi, ada kanal YouTube lain yang mengklaim bahwa versi Tantri malah membuat kualitas musik asli Sukatani menurun. Isu ini akhirnya sampai ke Tantri sendiri, yang langsung memberikan klarifikasi lewat Instagram Story @tantrisyalindri pada Selasa (11/3/2025).
Baca Juga: Drama Knock Off yang Dibintangi Kim Soo Hyun dan Jo Bo Ah Terancam Batal Gara-gara Kontroversi
Dalam klarifikasinya, Tantri dengan tegas membantah pernah menyanyikan lagu Bayar Bayar Bayar. Ia mengungkapkan bahwa ada pihak tidak bertanggung jawab yang menggunakan teknologi AI untuk memanipulasi suaranya agar terdengar seperti menyanyikan lagu tersebut.
Tak hanya suara, nama dan fotonya pun dicatut demi konten. “Bahaya banget memang AI ini,” tulisnya, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyalahgunaan teknologi.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Kim Soo Hyun Terungkap Usai Kematian Kim Sae Ron, Apa Saja?
Tantri juga meminta bantuan netizen untuk melaporkan kanal YouTube yang menyebarkan hoaks tersebut. Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak ada hubungannya dengan band Sukatani dan meyakini ada oknum yang sengaja memanfaatkan kepopuleran lagu tersebut untuk keuntungan pribadi.
"Bantu saya untuk report postingan YouTube dan masuk kolom komentarnya bahwa ini adalah hoax, yuk!” ajaknya kepada para pengikutnya.
Baca Juga: Video Lawas Baim Wong dan Paula Kembali Viral, Warganet Soroti Sikap Sang Aktor Ke Nagita Slavina
Kasus ini semakin memperjelas bahwa teknologi AI bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, AI dapat membantu perkembangan industri kreatif, tetapi di sisi lain, jika disalahgunakan, bisa merugikan banyak pihak.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi para musisi dan content creator untuk lebih waspada terhadap ancaman manipulasi digital yang semakin canggih.