INSIBERNEWS - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan aksi boikot yang disuarakan oleh penggemar K-Pop terhadap konten YouTube Rans Entertainment.
Gelombang protes ini muncul setelah kanal milik Nagita Slavina dan Raffi Ahmad itu mengunggah video yang menampilkan dua bintang Korea Selatan, Dahyun TWICE dan Jung Jin Young, saat berkunjung ke rumah mereka di Andara.
Baca Juga: Nikita Mirzani Lebih Pilih Syuting daripada Hadiri Pemeriksaan, Ngaku Hamil?
Dalam video yang diunggah pada Sabtu (22/2), Nagita terlihat mengajak Dahyun dan Jin Young berkeliling rumah serta mencicipi berbagai hidangan khas Indonesia, seperti mi ayam, bakso, gorengan, hingga es podeng.
Namun, alih-alih mendapat respons positif, video tersebut justru menuai kritik dari fans K-Pop. Mereka menilai kontennya kurang berkualitas, pertanyaan yang diajukan terlalu remeh, dan tidak memberikan wawasan menarik mengenai para idol.
Baca Juga: Hearts2Hearts Resmi Debut, Visual Carmen Curi Perhatian Publik Korea!
Lebih dari itu, para penggemar juga khawatir terhadap dampak citra idola mereka. Kekhawatiran ini semakin memuncak setelah Raffi Ahmad ditunjuk sebagai utusan khusus presiden dan dikaitkan dengan isu dugaan pencucian uang—meskipun Raffi sendiri telah membantah tuduhan tersebut.
"Aku enggak ngerti kenapa idol K-Pop banyak yang ke sana. Mereka cuma disuguhin makanan tanpa ada materi interview yang berbobot," tulis salah satu netizen di platform X (dulu Twitter). Ada juga yang berkomentar,
"Seharusnya idol K-Pop berhenti main ke rumah tukang pencucian uang setiap kali ke Indonesia."
Baca Juga: Netflix Ungkap Karyawan Toxic Adalah Silent Killer bagi Perusahaan, Kok Bisa?
Di Korea Selatan, reputasi seorang selebriti sangatlah penting. Bahkan kontroversi kecil pun bisa berdampak besar pada karier mereka. Oleh karena itu, tak heran jika para penggemar K-Pop begitu vokal dalam menjaga citra idola mereka.
Sementara itu, film terbaru Dahyun dan Jung Jin Young, You Are the Apple of My Eye, yang merupakan remake dari film Taiwan dengan judul yang sama, sudah mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 21 Februari.
Hingga kini, aksi boikot terhadap konten Rans Entertainment masih menjadi perbincangan hangat.