olahraga

Asosiasi Sepakbola Norwegia Tolak Pertandingan Melawan Israel dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kamis, 19 Desember 2024 | 12:12 WIB
Asosiasi Sepakbola Norwegia Tolak Pertandingan Melawan Israel dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Foto : REUTERS/Elisabeth Mandi)

INSIBERNEWS - Asosiasi Sepakbola Norwegia (NFF) telah menyatakan penolakan mereka terhadap rencana pertandingan melawan Israel di kualifikasi Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret dan 11 Oktober 2025.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap ketegangan yang terjadi akibat konflik bersenjata yang masih berlangsung di Gaza.

Baca Juga: Rela Bayar Mahal! Ole Romeny Dirumorkan Bakal Main Bareng Marselino Ferdinan di Oxford United

Konflik ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar, dengan lebih dari 45.000 warga sipil Gaza menjadi korban sejak serangan pada 7 Oktober 2023.

Norwegia tergabung dalam Grup I zona Eropa bersama Israel, Estonia, dan Moldova.

Baca Juga: Soal Naturalisasi Emil Audero, Mari Intip Perbandingan Market Value hingga Pengalaman Maarten Paes vs Emil Audero

Namun, dengan situasi yang semakin memanas, terutama setelah eskalasi kekerasan yang ditujukan kepada warga sipil Palestina, NFF menilai bahwa melanjutkan pertandingan dengan Israel di tengah kondisi tersebut tidak dapat diterima.

Presiden NFF, Lise Klaveness, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Israel yang dinilai sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Baca Juga: Kabar WWE, Triple H Jelaskan Perbedaan Paling Mencolok John Cena dan Roman Reigns  

Klaveness juga menegaskan bahwa pihaknya meminta UEFA untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel, mengingat tindakan yang dianggapnya sebagai agresi terhadap warga sipil Gaza.

Keputusan ini mengundang perhatian luas, tidak hanya dari kalangan penggemar sepakbola, tetapi juga dari masyarakat internasional yang mendukung upaya menghentikan kekerasan di Gaza.

Baca Juga: 3 Pemain Senior Ini Dinilai Coach Justin Bisa Bantu Tim Garuda Muda yang Dibawa Shin Tae Yong di Ajang AFF 2024

Sementara itu, UEFA diharapkan segera merespons permintaan tersebut, mengingat dampaknya terhadap integritas kompetisi internasional.

Tags

Terkini