Misalnya, jika PON diadakan di suatu daerah dengan kekayaan budaya tertentu, maskot dapat menggambarkan unsur-unsur budaya tersebut, seperti hewan endemik, pakaian adat, atau simbol lokal.
Baca Juga: Fufufafa Semakin Trending, Dokter Tifa Desak Prabowo Untuk Tidak Membiarkan Fufufafa Begitu Saja
Ini membantu dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas.
Penting juga untuk mencatat bahwa maskot dapat mempengaruhi pengalaman peserta dan penonton.
Interaksi dengan maskot selama acara dapat menciptakan kenangan yang menyenangkan dan meningkatkan keterlibatan emosional.
Baca Juga: Sumber Alami Vitamin D: Makanan dan Cara Mendapatkan dari Sinar Matahari
Maskot yang dirancang dengan baik dapat menjadi bagian penting dari branding acara dan meningkatkan daya tarik keseluruhan.
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @kemenparekraf.ri (9/9/2024), maskot pertama PON XXI 2024 bernama Po Meurah yang adalah gajah putih dengan atribut kopiah meukeutop. Po Meurah untuk merepresentasikan wilayah Aceh.
Dia mewakili kehormatan dan kemuliaan yang diwariskan dari zaman Sultan.
Baca Juga: Diangggap Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana, Puluhan Polisi Polres Purwakarta Diganjar Penghargaan
Sedangkan maskot yang kedua adalah Matra, Harimau Sumatra dengan Tanjak Melayu, Ulos Batak, dan Gorga Batak.
Dia melambangkan kekuatan, kepemimpinan, dan persatuan. Matra mempresentasikan wilayah Sumatera Utara.***