INSIBERNEWS – Tim Nasional Iran menyampaikan pesan penuh makna usai menjalani laga fase grup Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas dan konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, skuad Iran memilih meninggalkan pesan perdamaian yang menyentuh hati.
Pesan tersebut ditemukan di ruang ganti Timnas Iran setelah pertandingan kedua Grup G berakhir dengan skor imbang 0-0. Menurut laporan BBC, tulisan tangan itu menjadi simbol harapan sekaligus ungkapan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung mereka selama turnamen berlangsung.
Baca Juga: Sempat Ditangkap, Roy Suryo dan dr Tifa Lolos Penahanan, Kejari Jaksel Wajibkan Lapor Setiap Pekan
Dalam pernyataan yang kemudian dirilis Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Timnas Iran menegaskan kebanggaannya sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang dan peradaban besar.
"Dari peradaban Persia kuno yang berusia ribuan tahun hingga Iran masa kini, semangat Iran tetap hidup dan tak tergoyahkan," tulis pesan tersebut.
Iran juga menyampaikan apresiasi kepada Kota Los Angeles atas sambutan yang diberikan selama mereka berada di Amerika Serikat.
Baca Juga: Diduga Oleng saat di Tol, Mobil Travel di Sumut Hantam Belakang Truk hingga Tewaskan 4 Orang
"Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan meninggalkan kota ini dengan martabat. Terima kasih, Los Angeles, atas keramahtamahannya."
Tak hanya itu, skuad berjuluk Team Melli juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Iran yang terus memberikan dukungan selama dua pertandingan awal mereka di Piala Dunia 2026.
"Terima kasih kepada setiap warga Iran yang telah memberikan hati, suara, dan jiwanya untuk Iran sepanjang 180 menit ini. Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan terjalin di antara seluruh bangsa."
Baca Juga: Pertemuan Perdana Iran-AS di Swiss Berlangsung Tegang, Isu Lebanon Jadi Batu Ujian Perdamaian
Menyinggung Korban Perang
Pesan tersebut juga memuat refleksi atas dampak kemanusiaan akibat konflik yang sedang berlangsung. Salah satu bagian menyoroti tragedi serangan terhadap sebuah sekolah putri di Minab yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 168 orang pada hari pertama perang pecah.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa kehadiran Iran di panggung sepak bola dunia tidak terlepas dari situasi yang sedang dihadapi negaranya di luar lapangan.