INSIBERNEWS - Setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, kursi pelatih Timnas Indonesia hingga kini nampaknya masih kosong.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan pemutusan kontrak dengan Kluivert dilakukan atas dasar kesepakatan bersama. Ia bahkan menepis anggapan bahwa keputusan tersebut disebabkan tekanan internal federasi.
“Alasannya berbeda. Jadi, yang kita sepakati adalah kesepakatan bersama untuk memutuskan kontrak," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
"Pihak mereka (Kluivert) juga menyadari, salah satu targetnya adalah bagaimana lolos ke Piala Dunia, dan itu tidak mudah,” imbuhnya.
Dijelaskan, bahwa PSSI dan tim pelatih memiliki pandangan serupa tentang sulitnya mencapai target besar menuju Piala Dunia.
Oleh karena itu, pemutusan kerja sama dipandang sebagai langkah realistis yang tetap menjunjung profesionalisme kedua pihak.
Baca Juga: Selain Utang Rp116 Triliun, Mahfud MD Soroti Petinggi Whoosh yang Didominasi Pihak China
“Kami juga menyadari itu bagian dari target yang bisa kita dorong bersama-sama. Jadi, ini kesepakatan bersama,” jelas Erick.
Patrick Kluivert dan stafnya resmi berpisah dengan PSSI pada Kamis 16 Oktober 2025 melalui mekanisme mutual termination.
Padahal, ketika pertama kali datang ke Jakarta, tim pelatih Kluivert sempat digadang sebagai tim kepelatihan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Baca Juga: Respon Erick Thohir soal Rumor Louis van Gaal Latih Timnas: Saya Tak Pernah Kontak
Hal itu bermuara dari unggahan anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga yang pernah menyampaikan hal itu lewat akun Instagram pribadinya, @arya.m.sinulingga pada 2 Februari 2025 lalu.
“Ini adalah tim kepelatihan terbaik yang pernah kita miliki. Semoga prestasi dari semua sisi juga menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia,” tulis Arya.