INSIBERNEWS - Beredarnya rekaman amatir yang memperlihatkan aksi nekat sejumlah narapidana menggelar pesta narkotika jenis sabu di balik jeruji besi kini berbuntut panjang.
Merespons skandal memalukan tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat mengambil langkah tegas dengan memindahkan seratusan warga binaan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok ke lapas berpengamanan maksimum di Nusakambangan, Jawa Tengah.
Pemindahan massal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ishadi Maja Prayitno.
Baca Juga: Bukan Sekadar Adzan, Pengeras Suara Masjid di Indonesia Bakal Disulap Jadi Alarm Gempa
Ia membeberkan bahwa mayoritas narapidana yang dilayar ke pulau terpencil tersebut merupakan tahanan kasus narkotika, sementara sekitar 20 orang lainnya adalah narapidana yang terjerat tindak pidana umum.
"120 dari Rutan Depok. Iya, betul (berkaitan dengan pesta sabu)," ungkap Ishadi memberikan konfirmasinya secara tertulis di Bandung pada Minggu (11/10/2026).
Langkah pemindahan ini rupanya telah mengantongi restu penuh dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pusat.
Baca Juga: Dana Rp17 Miliar Nasabah BTN Belum Kembali, Linawati Desak Direksi Segera Bertindak
Kebijakan hukuman ini sengaja dieksekusi guna memberikan efek jera yang maksimal bagi para tahanan, di mana penempatan blok mereka di Nusakambangan kelak akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan hasil asesmen masing-masing.
Menariknya, sempat muncul sedikit perbedaan data pencatatan terkait jumlah pasti narapidana yang dipindahkan.
Sebelumnya, Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, pada Rabu (7/10/2026) menyebut ada 115 orang dari Rutan Depok yang masuk dalam daftar gelombang pemindahan 313 narapidana dari lima wilayah berbeda di Indonesia.
Baca Juga: Heboh Video Asusila Beratribut Kemenkes, Poltekkes Bandung Tegaskan Bukan Mahasiswinya
Skandal yang mencoreng wajah institusi pemasyarakatan ini sendiri meledak setelah publik digegerkan oleh sebuah video yang beredar luas di jagat maya.
Dalam tayangan tersebut, terlihat jelas sejumlah pria berpakaian santai tengah asyik berjoget di sebuah ruangan tertutup sembari memegang botol yang dimodifikasi menyerupai alat isap sabu alias bong.