INSIBERNEWS - Jeritan minta tolong akhirnya disuarakan oleh barisan relawan pelaku wisata di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Usai berhari-hari berjibaku di garis depan menghadapi amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tenaga mereka perlahan terkuras habis hingga terpaksa mendesak pemerintah pusat untuk segera turun tangan menanggulangi bencana alam ini secara masif.
Keputusasaan para pahlawan lingkungan ini terekam jelas dalam sebuah video surat terbuka yang kini viral dan menyita perhatian luas publik di jagat maya.
Melalui unggahan di akun Instagram @moncos_thepuntal_puntal pada Senin (12/10/2026), rekaman yang telah disaksikan lebih dari 4,3 juta kali itu memperlihatkan betapa terdesaknya posisi relawan di tengah kepungan asap pekat.
Baca Juga: Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar, Jennifer Coppen Akui Hanya Jadi Brand Ambassador
"Berhari-hari tim di lapangan berjibaku melawan kobaran api. Bantuan telah datang, berbagai upaya telah dilakukan. Namun, api masih menjadi ancaman, sementara kemampuan kami semakin terbatas," tulis keterangan pilu yang menyertai unggahan video tersebut.
Kondisi di lapangan nyatanya memang sudah berada di luar kendali dan melampaui batas kapasitas peralatan manual yang dimiliki oleh warga setempat.
Titik api terpantau kian ganas menggerogoti kawasan pelestarian alam tersebut, di mana kobaran si jago merah bahkan telah menembus masuk langsung ke bagian zona inti taman nasional.
Baca Juga: Viral Bullying di Asrama Telkom University, Satu Mahasiswa Kena DO
"Jadi, yang terbakar itu kurang lebih 54 ribu hektare dan akan terus bertambah, jadi kita mohon bantuannya untuk menyalurkan water bombing," ujar salah seorang relawan dengan nada penuh harap dalam tayangan rekaman tersebut.
Tuntutan pengiriman armada udara berupa helikopter pemadam dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar logis untuk menjinakkan api saat ini.
Di samping itu, mereka juga sangat membutuhkan tambahan pasokan logistik darurat serta intervensi skala besar sebelum keberagaman flora dan fauna endemik di wilayah konservasi itu mati terpanggang.
Baca Juga: Heboh Video Asusila Beratribut Kemenkes, Poltekkes Bandung Tegaskan Bukan Mahasiswinya
Keganasan karhutla ini turut tervalidasi secara nyata oleh rekaman udara dari kamera drone yang dibagikan pengguna Threads @aminatun.syh pada akhir pekan lalu. Dalam pantauan yang mencekam itu, terlihat jelas kepulan asap tebal membubung tinggi dengan dua garis api raksasa yang merayap saling mendekat dari arah berlawanan, seolah bersiap melahap habis sisa hutan yang ada.***