Menurut Cinta, masih ada fenomena di mana individu dari kalangan berada tetap ikut bersaing memperebutkan beasiswa LPDP, meskipun secara finansial dinilai mampu membiayai pendidikan sendiri, termasuk studi ke luar negeri.
Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Baginya, beasiswa dari dana negara seharusnya menjadi jembatan bagi generasi muda berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi, bukan sekadar peluang tambahan bagi mereka yang sudah mapan.
Cinta juga menyinggung pengalaman pribadinya melihat orang-orang yang secara finansial sangat cukup, tetapi tetap menjadi penerima beasiswa negara.
Baca Juga: Viral Telur MBG di Magetan Diduga Masih Kotor, Warganet Soroti Kualitas Pengolahan
Lebih lanjut, perempuan berdarah Jerman-Indonesia itu menekankan bahwa Indonesia memiliki banyak anak muda cerdas yang berpotensi menembus universitas ternama dunia. Namun, keterbatasan biaya kerap menjadi penghalang utama.
"Menurut aku banyak sekali anak Indonesia yang pintar banget tapi benar-benar enggak punya uang sehingga enggak bisa sekolah di luar negeri," ungkap Cinta.
"Padahal mereka kalau apply pasti diterima. Ayo bantu orang-orang seperti itu (kurang mampu)," tandasnya.
Viralnya kembali pernyataan Cinta Laura menunjukkan bahwa isu ketepatan sasaran beasiswa LPDP masih menjadi perhatian publik. Perdebatan ini tidak hanya menyangkut satu individu, tetapi juga menyentuh aspek transparansi, keadilan, dan prioritas dalam pengelolaan dana pendidikan negara.***