"Saya enggak bercandain salat. Setupnya kan, adalah jangan pilih orang berdasarkan salatnya saja. Punchlinenya itu bagian patahnya, bagian lucunya," jelasnya.
Menurut Panji, pesan utama dalam materinya adalah mengajak masyarakat untuk melihat rekam jejak dan kapasitas pemimpin secara menyeluruh, bukan semata-mata dari ritual keagamaan yang diperlihatkan.
Komika Pembuka Ikut Dipanggil Polisi
Tak hanya berdampak pada dirinya, Panji mengungkap bahwa polemik Mens Rea juga menyeret rekan sesama komika. Ia menyebut komika pembuka dalam pertunjukannya, Dani B, turut dipanggil oleh kepolisian sebagai saksi untuk dimintai keterangan.
Baca Juga: Dialog Penentu Arah Pasar Modal, Indonesia Bersiap Hadapi Evaluasi MSCI
Panji bahkan menceritakan pengalaman unik Dani B saat menjalani pemeriksaan. Setelah proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) selesai, aparat kepolisian disebut sempat meminta Dani B untuk melawak atau melakukan roasting secara spontan di lokasi pemeriksaan.
Hingga saat ini, Panji memastikan belum menerima ancaman fisik secara langsung. Meski demikian, ia mengakui ancaman verbal cukup marak terjadi di media sosial.
Kendati begitu, Panji memilih untuk tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Baca Juga: Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemprov Pastikan Dimakamkan di TMP Kalibata
Panji menegaskan kembali bahwa Mens Rea merupakan karya seni komedi yang bertujuan menyampaikan kritik sosial secara satir, bukan untuk menebar kebencian atau merendahkan pihak tertentu.